Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 09 Februari 2014

Please Be Careful when opening this site

Please be careful when opening my site. Someone has put a pop-up ads which will bring you to his/her page. I still have no idea how to remove the ads and taking back my blog, but I really hope this person will be ashamed to his/her behavior which is taking something that is not belong to his/hers

Jumat, 04 Januari 2013

Komunitas Proklamasi - Earth Day

Ini sebenarnya cerita lama, cerita tahun lalu eh tahun lalunya lagi (2011 kok). Tapi entah kenapa kok ternyata masih berupa draft. Berhubung udah lupa juga apa yang masih kurang diceritakan jadi langsung aja di published dengan sedikit editing supaya tidak membingungkan......................... so let's begin

Hari itu 15 mei 2011, bersama-sama rekan-rekan dari Craft for Charity (C4C)- http://www.craftforcharity.blogspot.com saya berkunjung ke Komunitas Proklamasi yang berlokasi di jalan Bonang, persis di sebelah Tugu Proklamasi.

Menarik melihat bagaimana anak-anak muda dengan semangat dan keinginan yang kuat untuk menjadikan lingkungannya lebih baik. Contact personnya mas Dave, seorang anak muda yang jiwa berbaginya luar biasa, menjemput kami di toko buku yang dijanjikan.

Mas Dave mengajak kami menyusuri perkampungan yang sangat padat, melalui gang-gang kecil, sambil sekali-sekali harus minggir karena ada motor lewat.Tak terbayang di daerah Menteng ada daerah semacam ini, tersembunyi di belakang bangunan2/rumah2/gedung2 besar dan mewah. Padahal 3 tahun saya bersekolah di Santa Theresia dan berkali-kali jalan ke daerah jl.Tambak, Jl. Prambanan, jl proklamasi. Baru kali ini mengetahui bahwa ada perkampungan padat di tempat itu.

Akhirnya kami sampai di sebuah gapura yang dicat hijau..... disekitar perumahan padat tersebut banyak ditaruh tanaman; ada yang digantung, ditempel di dinding. Suasana padat tidak terasa karena banyaknya tanaman di sepanjang jalan. Kemudian kami diajak memasuki halaman yang begitu hijau, itulah tempat masyarakat sekitar berkumpul "ngerumpi" istilahnya. Sangat asri, hijau dan adem penuh dengan tanaman merambat dan pot-pot..... bikin betah. Ada sebuah area berisi sebuah meja semen dan beberapa kursi di halaman rumah yang dinaungi oleh sirih sebagai atapnya.... sangat nyaman.....


Diantara tanaman digantung tulisan-tulisan menarik untuk mengingatkan bagaimana menyayangi tanaman:



Disitu kami bertemu dengan Komunitas Proklamasi yang mengadakan berbagai kegiatan bertemakan lingkungan hidup, termasuk bank sampah, serta berbagai kegiatan peningkatan kreativitas untuk ibu-ibu. Ibu-ibu di lokasi sekitar manggarai ini sudah mendapat berbagai pelatihan kreativitas, antara lain ichibana oleh ibu Mutia Prasodjo, pelatihan membuat berbagai barang dari manik-manik, dan kini membuat perhiasan kertas dari kami, Craft for Charity.



Ini hasilnya:




Jumat, 06 Mei 2011

Garasi Bacanya bu Yanti - Earth Day

Garasi baca ( http://garasibaca.blogspot.com/ )... nama yang menarik yaaa.... Saya pertama kali bertemu bu Yanti - pemilik Garasi Baca - sekitar 2 tahun lalu pada saat saya baru saja mulai tertarik dengan segala hal yang terkait dengan lingkungan hidup. Lokasi Garasi Baca sangat dekat, saya di Cikunir, beliau di Jatibening.
Pertama kali saya datang ke rumahnya langsung rasanya hati "kebetot", kalau dalam bahasa Betawi... sebuah rumah mungil yang garasinya setiap jam kantor digunakan untuk tempat anak-anak di bawah usia play group untuk bermain dan belajar berinteraksi.
Dari hasil ngobrol-ngobrol saya baru tahu ternyata adik bu Yanti bersekolah di ITB - saya ga tau apa nama jurusannya - tapi terkait antara lain dengan manajemen persampahan. Itulah kali pertama saya mengetahui bagaimana sampah diolah. Yang membuat saya kagum, bu Yanti pada saat itu bisa merajut "tas kresek" (tas plastik yang biasa untuk belanja) sehingga bisa menjadi topi bayi, yang kalau dilihat persis seperti menggunakan benang. Luarrr biasa......
Bukan hanya itu, bungkus kopi bisa jadi tas dan dompet dan berbagai jenis trash fashion lainnya.

Sayang setelah itu saya tenggelam dalam urusan pekerjaan, sehingga ketertarikan saya pada trash fashion ini tidak berkembang. Lagipula ini memang "saya banget" cepat kehilangan fokus.... hehehe bad habit....

Hari Minggu lalu (tanggal 1 Mei 2011) saya ikut bazar di Komp. Jatibening membawa aksesoris handmade saya ( http://pernik-manik.blogspot.com/ ) dan berbagai crafts milik C4C ( http://craft4charity.blogspot.com/ ) untuk digelaarrrrr.... Disitu saya bertemu lagi dengan bu Yanti dan terkesima melihat perkembangannya. Beliau bercerita mengenai bagaimana Garasi Baca sekarang sudah menempati rumah sendiri (sudah bukan di garasi lagi) persis di sebelah rumah bu Yanti. Sekarang untuk mendapatkan bahan baku juga relatif mudah, karena ibu-ibu di lingkungan kompleks rajin menyetor sampah ke rumah bu Yanti. Secara rutin bu Yanti sekarang sudah mengadakan pelatihan2 mengenai pengelolaan sampah..... luar biasa....

Pada saat bertemu bu Yanti saya mengenakan bros dari kertas koran buatan mbak Meidy yang cantik sekali.... Wah pastinya bu Yanti langsung jatuh cinta... dan berlanjutlah kekagumannya menjadi sebuah SMS pesanan bros kertas koran ke C4C.
Ini dia gambar brosnya

Bros kertas korannya Mbak Meidy

Tadi pagi saya ke rumah bu Yanti dan tertegunlah saya melihat ruang tamu yang penuh dengan buku anak-anak... sebuah taman bacaan  - dengan seluruh aksesori rumah terbuat dari sampah - kertas koran, botol plastik, berbagai sachet. Di atas bergantungan botol-botol plastik dengan berbagai bentuk yang lucu-lucu...  Bunga2 lengkap denga vasnya yang terbuat dari kertas koran dan plastik. Terbayang.... senangnya kalau bisa seharian disitu memikirkan ide-ide kreatif pengelolaan sampah....
Untuk teman-teman yang ingin belajar lebih jauh silahkan intip blog Garasi Baca... kalian akan menemukan sebuah dunia baru yang penuh keindahan dari apa-apa yang sudah kita buang.....

Masih dalam rangka earth day

Pagi2 baca tulisan ibu Mirna, guru bahasa Jepang SMA Madania, Parung-Bogor di laman fb seorang teman yang minta kita memvote untuk muridnya (Airana Nafira) yang ikut lomba pidato mengenai lingkungan hidup dalam bahasa Inggris.  Berikut linknya : http://www.thejakartaglobe.com//pages/studentglobe/speechcontest/list.php?param=178&vote=true

Wowww luar biasa... kagum atas bahas Inggrisnya yang perfect dan kagum dengan pemikirin seorang anak 17 tahun yang mulai menyadari pentingnya arti lingkungan hidup. Berharap sekali semoga akan makin banyak sekolah yang bukan hanya mementingkan pendidikan akademis semata, tapi juga mengajar mengenai bagaimana mencintai lingkungan. Tidak harus dengan cara yang hebat2... sederhana saja tapi nantinya dapat menjadi habit....

Banyak sekolah yang sudah memiliki laboratorium hijau, tempat membuat kompos... tempat merawat tanaman... tapi apakah seluruh anak yang bersekolah disana sudah punya kesadaran yang sama? Umumnya kegiatan penghijauan merupakan kegiatan ekstra kurikuler... dimana siswa yang tertarik saja yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Saya tidak punya anak tingkatan SMA ke bawah jadi tidak tahu persis bagaimana pelajaran kesadaran mengenai lingkungan hidup diintegrasikan ke dalam pelajaran sehari-hari. Tapi saya kira menulis akan membantu untuk membuat pelajaran tersebut menetap dalam ingatan.

Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh anak ini juga dilakukan di semua sekolah dan di semua tingkatan dalam skala yang lebih kecil tentunya.

Jumat, 11 Februari 2011

Tiga Tim Anak Juara IT di ITB Memberikan Kuliah Umum

Tadi sore sekitar jam 14.00 WIB, saya melihat di TV One acara kuliah umum di ITB yang bukan menampilkan professor-professor hebat, tetapi menampilkan 5 orang anak yang terbagi dalam 3 tim. Ke 5 anak tersebut merupakan anak-anak dari sekitar Jawa Barat, persisnya Bandung, yang memenangkan berbagai penghargaan terkait dengan IT.

Untuk saya, yang kemampuan komputernya pas-pasan, anak-anak tersebut luar biasa. Umur mereka masih sangat muda, di bawah 19 tahun. Mulai dari SD, SMP dan SMA, yang paling kecil kelas 1 SD. yang membuat saya kagum selain kemampuan mereka dalam bidang IT, juga kreativitasnya, jiwa inovasinya, dan keberaniannya. Tanpa malu mereka berdiri di panggung ditontoh oleh banyak orang, banyak diantaranya orang dewasa yang pakar dalam bidang IT.

Salah satu diantaranya, Fahma, bahkan punya motto luar biasa, "Menjadi juara itu menyenangkan, tapi menciptakan juara-juara baru lebih berarti". Anak umur 12 tahun dapat berkata bijak luar biasa, dia tidak ingin menjadi hebat sendiri tapi ingin bisa mendidik orang menjadi seperti atau bahkan melebihi dirinya. Wowww, benar-benar mengagumkan.

Mereka benar-benar memberikan inspirasi.......